diary piluh (ayah-ibu)

Malam itu terasa gelap bagiku,tapi tidak bagimu ”ayah-ibu”.malam itu kurang lebih pukul satu,di dalam ruang tamu rumahku.haruh-piluh,begitu senduh&kelabu.terperanjat ibu dari kekhusu’an sholat pada  malam itu,untuk menyambut anak tercintanya saat itu.
tak pernah dia(ibu) sangka&duga,bukan senang bahagia yg di dapatnya.melainkan rasa kecewa yang begitu luar biasa.seakan tak mampu meregang dada.terjatuh tak di sadari juga air matanya.butiran itu jatuh entah berapa tetes membanjiri pesona keanggunannya.

“duduklah anakku,ayah-ibu bertutur untuk kebaikanmu,& untuk kehidupanmu”.

berbata-bata silih berganti mereka berkata. “ayah-ibu tidak pernah sekalipun menyesal punya putra sepetimu,dalam hati ayah menangis karenamu.ibu tak kuasa menahan perih-pedih rasa peduli.kecewa ini memang sepantasnya ayah-ibu rasakan.tetapi anakku,ini memang jalan kehidupan yang tak seharusnya kau lakukan.dan tak seharusnya pula kami rasakan.berpikirlah anakku untuk dirimu.untuk ayah-ibumu,tentang  jalan kebaikan yg terbaik untuk hidupmu,dan untuk masa depanmu.kamu masih punya tuhan yang merohmati & menyayangimu.segeralah tidur dan sambutlah pagimu,jelanglah harimu”.

di sini,di tempatku berada saat ini,ribuan kosakata terus membanjiri hari-hari yang kujalani.tekad bulat,motivasi & keyakinan ini terbias dari tiap butiran yang menetes dari air mata orang yang kucintai.

“(dua mata air yang berbeda hulu-alir),adalah dari tiap tetes keringatmu (ayah-ibu) aku belajar penuh rasa sungguh,dan dari tiap butir air matamu (ayah-ibu) aku belajar bersyukur menjalani hari & menata diri manjadi lebih baik lagi”.

“jika kau meninggalkanku dg senyuman,maka aku bahagia telah di lahirkan..
tapi kau yg telah meneteskan air mata kepedihan,karena kebodohan yg aku lakukan.seakan aku merasa tak layak untuk terlahirkan”.
ma’afkan aku ayah-ibu.
“I am now just trying to be decent human beings to be born”

riefana 22 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: